momoccx

Bea Cukai Lhokseumawe Dan Polairud Polda Aceh Gagalkan 3,3 Juta Batang Rokok Ilegal Bermerek Nikken

  • Bagikan
logopit 1642754050759

Dirgantara7.Com//Lhokseumawe — Sejumlah 3,3 juta batang rokok ilegal asal Vietnam berhasil diamankan petugas Bea Cukai Lhokseumawe. Petugas juga mengamankan tiga tersangka untuk pemeriksaan kasus penyelundupan barang ilegal.

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kanwil Bea Cukai Aceh Isnu Irwanto kepada para wartawan di Lhokseumawe, Jumat (21/1) menjelaskan, pihaknya telah berhasil menggagalkan penyelundupan 3,3 juta batang rokok ilegal. “Berhasil melakukan penindakan atas upaya penyelundupan barang kena cukai ilegal berupa hasil tembakau sebanyak 3..300.000 batang rokok ilegal,” jelas Isnu Irwanto.

Penangkapan kapal bermuatan rokok ilegal di Perairan Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapangan, Aceh Utara, Selasa (11/1). Penangkapan juga melibatkan Bareskrim Polr, Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau, Bea Cukai Lhokseumawe, Satgas Kapal Patroli BC 30004 dan Dit Polairud Polda Aceh.

Baca juga:  Selamat atas Terpilihnya Bapak Buhori Muslim Menjadi Kepala Kampung Mahabang periode 2022.2028

Dari penindakan tersebut, nilai barang ditaksirkan Rp6,6 milyar lebih. Sementara kerugian negara mencapai Rp3,5 milyar lebih.

Penangkapan kapal rokok ilegal dilakukan setelah petugas menerima informasi masyarakat. “Dari informasi yang didapat bahwa kapal tersebut akan menuju pesisir Wilayah Kuala Cangkoi Kabupaten Aceh Utara,” tambah Isnu.

Sekitar Pukul 03.00 petugas mencurigai sebuah kapal nelayan merapat ke Kuala Cangkoi. Selanjutnya, Satgas Kapal Patroli PC 30004 melakukan pemeriksaan. “Kapal tersebut membawa muatan rokok ilegal jenis sigaret putih mesin dengan merek Nikken,” jelasnya kembali.

Selain itu petugas juga mengamankan tiga orang tersangka yaitu R.SB dan S Mereka bersama barang bukti, selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan

Isnu menyebut, semua barang bukti hasil penindakan itu kini diamankan di kantor Bea Cukai Lhokseumawe.

Baca juga:  Nenek Norma Tinggal Dirumah Reok di Ponre Kabupaten Bone Butuh Uluran Tangan

Pelaku R. SB dan S tercancam pidana seperti diatur dalam Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 Jo UU No.11 tahun 1995 tentang cukai.

Setiap orang menawarkan, menyerahkan, menjual, atau menyediakan barang kena cukai, tetapi tidak dilekati pita cukai, ancaman pidananya paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun. Serta denda paling banyak 10 kali nilai cukai yang harus dibayar.

“Operasi penindakan ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya barang-barang ilegal yang tidak memenuhi ketentuan perundang-undangan, namun juga sebagai upaya Bea Cukai dalam mengamankan penerimaan negara,” ucapnya.

(Rid)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com