Berita  

Korban kasus perdagangan anak Jambi di jual ke Jakarta bertambah

img 20211231 wa0140

Dirgantara7.Com//jambi-Korban Kasus Perdagangan Anak Jambi Dijual ke Jakarta Terus Bertambah
Para tersangka kasus perdagangan anak di bawah umur yang berhasil diamankan. – Polda Jambi beberapa hari lalu berhasil meringkus empat tersangka kasus pedagangan anak di bawah umur. Jumlah korbannya yang teridentifikasi terus bertambah.

Ini diketahui berdasarkan hasil pengembangan penyidikan terhadap para tersangka. Terungkap ada sekitar 30 anak yang dijual oleh sindikat ini. Namun jumlah ini kemungkinan terus bertambah.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Eko Wahyudi mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan penyidikan. Sementara ini sudah ada 30 anak di bawah umur yang menjadi korban dalam kasus ini.

“Yang jadi korban berusia antara 13 hingga 15 tahun,” katanya.

Selain jumlah korban, menurut Eko, jumlah tersangka kemungkinan juga bisa bertambah. Saat ini polisi sidah mengamankan empat pelaku, termasuk yang di Jakarta.

“Kemungkinan (tersangka) bertambah itu bisa saja, tapi yang pasti kita masih terus kembangkan. Masih berjalan proses,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Jambi, Meri Marwati mengatakan, para korban masih mengalami trauma atas kasus ini.

“Saat ini kondisi para korban cukup baik, namun memang ada beberapa korban yang menangis dan tidak nyaman,” ungkapnya.

Menurut Meri, tugas dari lembaga perlindungan anak adalah memberi support dan pendampingan kepada para korban agar tetap dapat hidup dengan nyaman di lingkungan keluarga dan sekitarnya.

“Kita terus berkomunikasi dengan Tim dari PPA Polresta Jambi untuk memantau dan memberi pendampingan kepada para korban ini,” katanya.

Meri mengungkapkan, perkenalan antara para pelaku dan korban bermula melalui aplikasi media sosial WeChat.

“Kita harap pengawasan dari orang tuanya agar dapat mengetahui gerak-gerik dari anaknya. Langkah selanjutnya kami akan melakukan pendampingan kepada korban sampai kasus ini tuntas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya polisi mengamankan empat pelaku, yakni S alias K (52) warga Jakarta; R (36) warga Kota Jambi, PIS (19) warga Kota Jambi; dan ARS (15), warga Kota Jambi.

S merupakan pelaku utama. Sementara R dan PIS merupakan mucikari, dan ARS mucikari yang masih dibawah umur.

Saat itu, Kapolres mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal pada 4 Desember 2021 lalu, saat pihaknya mendapat laporan kasus kehilangan anak berinsial AN (13).

Setelah diselidiki, ternyata anak yang berstatus pelajar SMP itu berada di Jakarta. Anak yang dilaporkan hilang tersebut ternyata dijual kepada tersangka S, bos salah satu diskotek di Jakarta.

AN, yang sempat diinformasikan hilang kembali ke rumah orang tuanya pada Selasa 7 Desember 2021. AN menjadi pelampiasan nafsu pelaku S di sebuah hotel yang berada di kawasan Jakarta Utara.

Eko menjelaskan, dalam aksinya, sindikat perdagangan anak ini dikendalikan oleh S. Awalnya, S berhubungan dengan R dan PIS. Bahkan S pernah berhubungan badan dengan R dan PIS.

Kemudian S meminta R dan PIS mencarikan anak di bawah umur yang bisa ditiduri. Setelah didapat, korban kemudian difasilitasi berangkat ke Jakarta, baik lewat jalur darat maupun jalur udara.

“Korban dibayar Rp 3 hingga Rp 3,5 juta,” sebut Eko.

Dari hasil pemeriksaan diketahui pelaku sudah melancarkan aksinya selama satu tahun belakangan. Berangkat dari Jambi ke Jakarta, korban diberi ongkos Rp 1 juta.

Setelah tiba di Jakarta, korban diberi lagi uang untuk belanja ke mall. Kemudian kembali ke hotel, dan saat itulah pelaku menjalankan aksi bejatnya.

Sementara dari hasil pemeriksaan, diketahui korban mau dijual karena tergiur mendapatkan barang-barang dengan mudah, seperti HP dan lainnya.

Red//Rio.A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com