momoccx

Korupsi Dana Desa Sugau Rp 500 Juta, Cabjari Pancur Batu Resmi Tahan Kades Dan Bendahara

  • Bagikan
img 20220321 wa0065

Dirgantara7.Com//Batu_Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Pancur Batu menahan dua perangkat Desa Sugau Kecamatan Pancur Batu. Keduanya diduga terlibat korupsi pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 dan 2019 khusus pekerjaan fisik. Modus yang digunakan adalah kekurangan fisik pekerjaan serta penggelembungan harga (Mark Up).

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Pancur Batu, Husairi mengatakan dua tersangka adalah DP selaku Kades dan OPS selaku Bendahara. Dalam kasus ADD dan DD tersebut, kedua tersangka diduga korupsi dengan mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp 506.000.000

“Perkara penyimpangan ADD dan DD ini mulai dilakukan penyelidikan di bulan Nobember 2021 dan penyidikannya bulan Maret 2022, kemudian kedua tersangka Minggu lalu kita panggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, namun tidak hadir dengan alasan sakit. Hari ini kita panggil kembali, kedua tersangka datang dan langsung kami tahan”, kata Husairi saat konfrensi pers di Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Pancur Batu, Senin (21/03/2022).

Baca juga:  Bupati Bone Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembanguna Gedung Sekolah Enovator SMP Islam Asshiddiq

Dijelaskan mantan Kasi Pidsus Kejari Labuhan Batu itu, temuan penyimpangan ini berasal dari hasil kerjasama antara Cabjari Pancur Batu dengan Inspektorat Pemkab Deli Serdang. Dari proses audit pelaksaan anggaran, petugas menemukan selisih dan ketidaksesuaian antara laporan pertanggungjawaban dengan realisasi dilapangan.

Dalam melakukan tindak pidana korupsi, para pelaku menggunakan modus penggelembungan harga atau mark up dan kekurangan fisik pekerjaan. “Dalam laporan pertanggungjawabannya ada, namun pelaku menggelembungkan harga”, jelas Husairi

Selama proses penyidikan, kata Husairi, tim kejaksaan telah memanggil 23 orang saksi untuk menjalani pemeriksaan pelaksanaan anggaran. Dari situ, Jaksa menyakini kedua tersangka merupakan orang yang paling bertanggungjawab atas penyelewengan anggaran tersebut.

Baca juga:  Pelabuhan Patimban Resmi Dikelola Oleh Swasta Selama 40 Tahun

“Setelah kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai tersangka, keduanya kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan untuk proses penyidikan dan pemberkasan ke pengadilan”, tandas Husairi

Saat ini kedua tersangka ditahan di Lapas Kelas II A Pancur Batu dan dijerat Undang – Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. “Untuk kedua tersangka kita jerat dengan Undang – Undang Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara”, pungkasnya

(Sabarudin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com