Berita  

Kyai Gus Nuril Arifin menghadiri peringati Haul Pertama Tgk Khaliullah Tgk Diujung

img 20220110 wa0005

Dirgantara7.Com/SIMEULUE-Kyai Gus Nuril datang ke Simeulue menghadiri Acara Peringati Haul Ulama Tgk Haliullah yang sering disebut Tgk Diujung, kegiatan yang diprakarsai Kapolres Simeulue bersama dengan warga masyarakat Simeulue Cut dan Simeulue tengah, di Desa Latak Ayah Kecamatan Simeulue Cut,

Hal itu disampaikan Kapolres Simeulue AKBP Pandji Santoso.SIK,MSi, menjelaskan kepada Wartawan, Sosok Almarhum Tgk Khaliullah, (Tgk Diujung), memang sangat dikenang warga masyarakat Luas di Kabupaten Simeulue,

Untuk mengingat kembali beliau, maka di gelar lah peringatan Haul Pertama yang berlangsung di Makam nya Desa Latak Ayah Kecamatan Simeulue Cut pada hari sabtu,(8/1/2022,)

Acara peringatan Haul Pertamanya Tgk Khaliullah yang dihadiri Langsung Kyai Gus Nuril Arifin pimpinan pengasuh pondok pesantren An-Nuriyah Sokotunggal Semarang dan Sokotunggal Abdurrahman Wahid Jakarta

Diacara Peringatan Haul Tgk Khliullah di Hadiri Komandan Kodim 0115 simeulue Letko Inf Yogi Bahtiar. S,Kom,.M.B.A dan Kasdim Mayor.Inf Rivaldi Rachman Abul Kadir.SH.serta Kasintel Kejaksaan Negeri Simeulue dan Jajaran juga Hadir Dinas PUPR, dan Badan BPBD Simeulue,

Kegiatan Haul yang Pertama Almarhum, Tgk Khaliullah atau yang sering disebutkan (Tgk Diujung),Bisa untuk dijadikan momen mengingat kembali kiprah nya Almarhum masa hidupnya dalam mengembangkan Syiar agama Islam di Simeulue, agar tidak menjadi lupa dalam Sejarah sepanjang Zaman, “ujar Pandji Santoso Kapolres Simeulue,

Dikesempatan Acara Haul pertama,Tgk Khaliullah, mewakili dari Keluarga,Salfiadis, Kasman, Juar sani menceritakan awal Perjalanan dari Tgk khaliullah sampai ke Daerah kepulauan Simeulue pada abad 16 masa yang lalu,

“Tgk Khaliullah Dari padang (sumbar) hendak mau menunaikan Rukun Kelima yaitu Naik Haji, akan tetapi pada masa itu, harus ke Aceh terlebih dahulu memintak persetujuan izin dari Sultan Iskandar Muda,

“Sultan Iskandar muda lebih menyarankan Kepada Tgk Khaliullah bersama istrinya Putri melu ke Pulau (U) bernama saat ini “Pulau Simeulue” dengan tujuan untuk mengislamkan masyarakat setempat,

Pada masa Kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, istri Tgk Khaliullah, Putri berasal dari Simeulue, yang bernama Putri Melu dengan Suku Lazali berasal dari Desa Borengan Kecamatan Simeulue Cut,

Selanjutnya, keturunan dari Tgk Khaliullah dan Putri Melu, diberi Nama anaknya Tgk Arsalan, saat ini Makam nya hanya berjarak 400 meter dari Makam Tgk Khaliulah, Desa Latak Ayah Kecamatan Simeulue Cut Kabupaten Simeulue,

Selain Makam Tgk Khaliullah dan Anaknya, Tgk Arsalan yang menjadi sejarah, Sorban Tgk Khaliullah sepanjang 12 Meter masi disimpan oleh keluarga dan kami telah suda perlihatkan Kepada Kyai Gus Nuril Arifin pada saat menghadiri peringatan Haul ke pertama Tgk Khaliullah,”terangnya,

Seterusnya Kyai Gus Nuril Arifin dalam kesempatan itu menyampaikqn , Sosok Almarhum Tgk Khaliullah, yang sangat dikenang dikalangan masyarakat Luas,
semasa hidupnya beliu mengembangkan Agama islam,

memperingati Haul Tgk Khaliullah kata Kyai Gus Nuril, mengingat jasa perjuangan nya saat untuk meng Islam kan masyarakat Simeulue pada masa Kesultanan Iskandar muda di Abad 15 dan 16 yang silam bisa di Kenang Kembali,

“peringatan haul nya setiap Tahun, agar sejara perjuangan nya beliu kepada umat islam tetap selalu terkenang ditenga tenga kita dan tidak pupus dari sejarah,”ujarnya

Kyai Gus Nuril Arifin menerangkan, Nilai bersejarah di kepulauan Simeulue masih banyak lagi, menurut informasi masih ada makam lain diantaranya Makam Bakudo Batu ulama dari Pulau Nias, yang Nama nya Gafaleta di sebut nama nya Tgk Banurullah Bakudo batu, dikabarkan berada di Desa Salur Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue,

Maka hal ini perlu di kenang juga agar tidak melupakan Nilai nilai sejarah islam di tenga tenga Zaman yang sudah serba medern ini,

Kyai Gus Nuril Arifin mengingatkan kepada yang hadir Acara Haul Tgk Khaliullah,”mari kita sama sama jaga Nilai sejarah yang ada disekitar kita, karna Nilai sejarah itu sangat perlu menjadi keteladanan, banyak yang akan bisa dipelajari baik di Dunia maupun menuju jalan akhir menuju Allah, “ungkap Kyai Gus Nuril Arifin,

Red)(DE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com