Lokasi Wisata Pantai Hagu Selatan Jadi Kubangan Akibat Dihantam Ombak

  • Bagikan

Buserdirgantara7. Com//LHOKSEUMAWE — Pantai Wisata Yang disebut Jawa Hagu (Jagu) di Kawasan Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe rusak parah dihantam ombak. Air laut juga menggenangi rumah warga di kawan pantai.

Menurut sejumlah warga, kondisi terparah terjadi dalam dua hari terakhir. Ombak besar terjadi sekitar pukul 12.00 malam. “Ombak besar terjadi Pukul 12.00 sampai- Pukul 02.00,” jelas Usman (50) salah seorang pedagang di lokasi wisata Bahari Pantai Hagu Selatan

Ketinggian ombak melebih tanggul dari batu gajah. Sehingga jalan sepanjang pantai terkikis. Sedangkan Paving blok di sepanjang jalan tidak ada lagi, sehingga jalan membetuk kubangan.

Selain itu, air juga menggenangi pemukiman warga sepanjang Gampong Hagu Selatan. sampai sekarang air bertahan di pemukiman warga, meskipun air laut telah surut. Menurut warga, kondisi itu terjadi akibat saluran air dipinggir jalan tidak berfungsi.

Baca juga:  38 Ekor Hewan Kurban Dibagikan ke Yayasan dan Panti Asuhan di Sukabumi Oleh Kasetukpa Lemdiklat Polri

BMKG: Tinggi Gelombang 2,5 M

Sementara itu, menurut keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh, Aceh Utara, kejadian di Hagu Selatan akibat tingginnya gelombang laut. “Kondisi yang terlihat saat ini seperti adanya kenaikan tinggi gelombang air laut di sinyalir adanya indikasi dari pengaruh duplikasi antara Adanya Kecepatan Angin Di Selat Malaka Yang Mencapai 25 knot atau Setara Dengan 48 km/jam dan Juga Pengaruh Adanya Gelombang Pasang,” jelas Prakirawan BMKG Malikussaleh, Kharendra Muiz.

Menurutnya, kecepatan angin yang berhembus cukup kuat di Selat Malaka. Sehingga, berdampak membangkitkan kenaikan tinggi gelombang mencapai 2.5 meter.

Karendra Muiz menambahkan, berdasarkan data pasang surut di perairan Lhokseumawe dan sekitarnya, Tanggal 7 Oktober 2021 menunjukkan, pada Pukul 18.00 WIB sampai 21.00 WIB, Perairan Lhokseumawe sedang mengalami puncak pasang naik. Kondisi ini akan berangsur menurun dan akan kembali mengalami pasang naik menjelang pukul 06.00 WIB.

Baca juga:  Wasekjen DPP BARA JP perkuat peryataan Firli Dukung presidential Threshold menjadi 0 persen

“Himbauan BMKG kepada seluruh masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, atau nelayan yang sedang melakukan aktifitas menangkap ikan serta pengelola wisata pantai agar meningkatkan kewaspadaannya,” tegasnya. Tujuanya, untuk menghindari beberapa kerugian dan dampak bencana yang ditimbulkan oleh gelombang pasang (banjir Rob).

Kondisi ini diprediksi berlangsung hingga 3 hari ke depan. Selanjutnya, secara berangsur akan mulai melemah saat memasuki tanggal 10 Oktober 2021. “BMKG kembali menghimbau kepada seluruh masyarakat pengunjung pantai, nelayan dan seluruh aktifitas perikanan lainnya serta pengelola wisata pantai agar lebih meningkatkan kewaspadaannya, guna menghindari kerugian dan dampak bencana hantaman gelombang tinggi dan banjir ROB,” tegasnya Karendra kembali.

(Ridwan)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com