Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Nasional

Memahami Politisi Pragmatis dan Politisi Negarawan

buserdirgantara7
183
×

Memahami Politisi Pragmatis dan Politisi Negarawan

Sebarkan artikel ini
Buserdirgantara7.com (41)

Memahami politisi pragmatis dan politisi negaran serta hadapi dugaan kasus hukum (korupsi) sebagai berikut.

Politisi Pragmatis:

– Selalu haus kekuasan, hingga akhir hayatnya.

– Mengggunakan berbagai cara peroleh kekuasaan, termasuk mengeksploitasi politik identitas sempit di ruang publik.

– Terus menumpuk kekayaan hingga luar biasa saat penjabat sebagai “amunisi” untuk memperoleh, memperluas, mempertahankan kekuasaan.

– Suka melakukan tindakan komunikasi politik pembenaran atas apapun perbuatannya.

– Jika ada kasus hukum yang dihadapi, langsung atau tidak langsung, ia menggunakan powernya, antara lain dari kekayaan yang dimiliki ketika menjabat, misalnya, untuk menarik kasus tersebut ke ranah politik sempit agar penegak hukum semakin melemah.

– Melakukan pembiaran jika ada individu atau sekelompok orang membenarkan/mendukung tindakan koruptifnya, misalnya.

– Tak akan mengatakan bahwa tuduhan pelanggaran yang (kemungkinan) dialamatkan pada dirinya, “saya akan hadapi sendiri”.

Politisi Negarawan:

– Kekuasan sebagai amanah dan untuk kesejahteraan rakyat.

– Berkuasa karena keinginan dan dukungan tulus yang militan dari rakyat.

– Kekayaan menurun saat penjabat, karena waktu dan pikirannya tersita untuk melaksanakan tugas.

– Menegakkan kebenaran sekalipun kekuasaanya runtuh/hilang.

– Jika ada kasus hukum, akan dia hadapi dengan satria sekalipun dia masuk penjara.

– Dia melarang/menolak jika ada individu atau sekelompok orang seolah membenarkan dugaan tindakan koruptifnya, misalnya.

– Jika ada tuduhan pelanggaran yg (kemungkinan) dialamatkan pada dirinya, dia pasti katakan “saya akan hadapi sendiri”.

– Kebenaran akan terus dia perjuangkan, termasuk di pengadilan.

Salam,
Feri Rusdiono.
Wasekjen VII Dhipa Adista Justicia