Berita  

Menjelang Pelantikan, Warga Sukamulya Gelar Baksos Bersama Dinas Lingkungan Hidup

logopit 1642248148549

Dirgantara7.com//SUBANG – Menjelang pelantikan Kepala Desa (Kades) Sukamulya tanggal 17 Januari 2022, warga Desa Sukamulya gelar bakti sosial (baksos) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) , Sabtu (15/01/2022).

Kepala Desa Sukamulya, Amar menjelaskan, dikarenakan kondisi desa yang terlihat kumuh dan banyak sampah, pihaknya mengajak masyarakat untuk bakti sosial membasmi sampah dan bekerja sama dengan DLH.

“Dikarenakan hari Senin nanti ada pelantikan Kades, terus Bupati datang ke sini. Jadi kami adakan baksos untuk memberantas sampah yang kerja sama dengan dinas kesehatan” tuturnya pada jurnalis di kantor Desa Sukamulya.

Selain kepentingan pelantikan, Amar juga menuturkan bahwa perhatian terhadap sampah memang harus ditingkatkan agar tidak menjadi penyakit bagi masyarakat. Ia juga mendukung program yang akan diusulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami mendukung program yang diusulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, ke depannya kami juga akan berpartisipasi dalam menjaga lingkungan” imbuhnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (Kabid PSLB3), Rusdianto menjelaskan, baksos ini juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi bagi DLH mengenai pengelolaan sampah dengan pola pemberdayaan masyarakat.

“Kami dari DLH memfasilitasi masyarakat agar bisa mengelola sampah melalui program pemberdayaan masyarakat, agar sampah juga bisa menjadi sumber pencaharian” tuturnya.

Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas (Kadis) LH, H Hidayat yang turun langsung menjelaskan, pengangkutan sampah hari ini dilakukan sebagai aksi tanggap darurat dalam memberantas sampah karena kondisi sampah di TPS Desa Sukamulya sudah tidak bisa dipilah lagi.

“Aksi tanggap darurat pengangkatan dan pengangkutan sampah dikerjasamakan dengan masyarakat setempat dimotori Pemerintah Desa Sukamulya dan tokoh masyarakat,” ungkap Hidayat.

Ke depannya, pola yang dilakukan tidak akan seperti ini. Namun, lebih kepada mengolah sampah. TPS yang ada tidak akan lagi ada tumpukan sampah, tapi disulap menjadi tempat indah, dan resik. Sampah basah, akan dikelola penggiat maggot, dan sampah kering dikelola bank sampah desa.

“Kedepannya tidak akan ada pola seperti ini, jadi lebih pada pengelolaan sampah dengan pola pemberdayaan masyarakat. Masyarakat akan diberikan edukasi kaitannya dengan bank sampah dan maggot,” ucapnya.

Dengan demikian, tambahnya, sampah bukan lagi mendatangkan bencana, justru sampah malah mendatangkan rezeki bernilai rupiah.

(Jajang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com