Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Menteri PPPA Launching Gerakan Zero Stunting Indonesia 2030 di Kota Bogor

buserdirgantara7
135
×

Menteri PPPA Launching Gerakan Zero Stunting Indonesia 2030 di Kota Bogor

Sebarkan artikel ini
Img 20231102 Wa0271

Bogor,–Dirgantara7.com // Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga  melaunching gerakan zero stunting Indonesia 2030 didampingi Ketua Umum Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PP UMI), Munifah Syanwani dan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Launching tersebut menjadi bagian acara pembukaan Rakernas II PP UMI yang keseluruhan berlangsung selama 3 hari di Kota Bogor, tepatnya di IPB International Convention Centre (IICC) sebagai lokasi rakernas mulai 2 hingga 3 November 2023.

Apresiasi disampaikan Menteri Bintang Puspayoga atas kontribusi dan partisipasi PP UMI yang mengambil peran untuk gerakan zero stunting Indonesia 2030, karena PP UMI tidak hanya bergerak dalam pemberdayaan perempuan dibidang UMKM.

“Ini patut menjadi apresiasi kita bersama, karena ketika bicara stunting adalah masalah yang sangat kompleks. Dibutuhkan komitmen dan kolaborasi hingga di akar rumput dari berbagai stakeholder dengan bergerak bersama menangani stunting,” kata Menteri

Bicara stunting sambung Bintang Puspayoga tidak hanya terkait gizi, tetapi juga pola asuh dan sanitasi menjadi bagian yang sangat penting dan harus diperhatikan. Sementara bicara UMKM, dari 65,5 juta UMKM di Indonesia 64 persen dikelola dan dimiliki oleh perempuan. Artinya perempuan merupakan kekuatan bangsa dalam menopang ekonomi bangsa.

“Melalui PP UMI diharapkan gerakan sinergi kolaborasi mampu menjawab tantangan yang hadir dan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan melalui program kerja kegiatan yang dikawal PP UMI. Perempuan tidak hanya menjadi penikmat pembangunan ikut berperan dalam pembangunan, baik bidang UMKM maupun membantu penanganan stunting serta bidang lainnya,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di hadapan Menteri Bintang Puspayoga melaporkan langkah taktis dan upaya Pemkot Bogor bersama semua multi stakeholder di Kota Bogor dalam penanganan stunting sesuai arahan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, Insya Allah Kota Bogor prevalensi sudah tercapai, sudah jauh tercapai. Dari 2.800 anak berkat kontribusi, sinergi dan kolaborasi tersisa 1.800 yang masih terus diupayakan,” kata Dedie.

Konsumsi sayur dan buah diingatkan Dedie kepada para ibu yang hadir serta faktor sirkulasi udara serta pencahayaan matahari di rumah karena sangat penting mempengaruhi kecerdasan anak.

Pembukaan acara rakernas diakhiri dengan penyerahan secara simbolis bantuan CSR sanitasi dari para pihak pendukung untuk lingkungan anak dan keluarga rawan stunting kepada 10 perwakilan anak dan keluarga rawan stunting oleh Menteri Bintang Puspayoga, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Ketua Umum PP UMI, Munifah Syanwani.

(Pakih)