Pekerjaan Proyek Ground Tank Taman Kota Sinabang Resmi di laporkan ORMASPOL PROJO DPC Simeulue

  • Bagikan
img 20211124 wa0119

Dirgantara7.Com/SIMEULUE:Ormas Projo resmi melaporkan proyek Ground Tank Taman kota sinabang Nomor Kontrak 600/02/ SPK/DOKA -BPBD /2021 yang dilaksanakan oleh CV. TAUHAU terkait kegiatan tersebut diduga terindikasi dan di duga gagal perencanaan.

Hal itu disampaikan Ketua DPC Projo Simeulue, Mohammad Yusuf Daud Kepada Media ini dengan mengatakan “sebagai bentuk upaya mendukung program Pemerintah di bidang penegakan hukum,

Dpc projo simeulue tetap tegas apabila ada indikasi perbuatan melanggar Hukum maka kami akan mengambil sikap membuat laporan pengaduan demi keadilan.

“terkait komitmen tersebut pada tanggal 14 November 2021, kami mendapat informasi tentang adanya ” Pembangunan Ground Tank Taman Kota Sinabang diduga tidak melakukan penyelidikan Tanah (Soil investigation) sondir sebagaimana yang di muat dalam pemberitaan salah satu media online. “jelas yusuf

Baca juga:  Danrem 172/PWY: Wujudkan Papua Bebas Pandemi  COVID-19 Perlu Sinergitas TNI-POLRI DAN Pemda  Serta Masyarakat

Kata Muhammad Yusuf Daud, “Untuk akurasi informasi maka pada tanggal 18 November 2021, kami dari Projo DPC Simeulue mendatangi lokasi dan diperoleh data data sebagai tersebut -Nama paket Pembangunan Ground Tank taman kota sinabang dengan Nomor kontrak 600/02/SPK/ DOKA-BPBD /2021.
Nilai Kontrak Rp. 919. 000.000.
Perencana :PT. Cendikia Pratalenta
Pelaksana. :CV. Tauhau
Nama direktur : Samsul utomo
Pengawas. : CV.Gemilang Mandiri Consultant
Tanggal mulai :21 juli 2021
Tanggaal selesai: 31 Desember 2021
Sumber dana DOKA

Menurut dugaan muhammad Yusuf Daud Pelaksanaan kegiatan (Kontraktor) yang Tidak Cermat menganalisa Standar pekerjaan pada saat penawawaran , konsultan perencanaan diduga lalai dan tidak memamahami Stadarnisasi jenis pekerjaan tersebut,

Baca juga:  Ratusan Karyawan PT.Pungkok Indonesia One Mengalami Kejadian Kesurupan Masal

Begitu juga kuasa pengguna Anggaran (KPA) diduga tidak teliti terhadap hasil perencanaan yang tidak sesuai standar , dan begitu juga Panitia Pelaksana Tehnis kegiatan (PPTK ) diduga tidak cermat memonitoring Progres yang seharus nya melakukan komplain pada saat start awal kegiatan yang jelas jelas tidak sesuai standar ” ungkap nya Muhammad Yusuf Daud kepada Media ini pada hari Rabu, Tanggal (24/11/2021) (DE

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com