Perjudian Berkedok Ketangkasan Ala Las Vegas Marak Di Batam

  • Bagikan
screenshot 20211120 100725

Dirgantara7.Com// Batam-Maraknya perjudian diwilayah hukum Polda Kepri diduga kuat ada oknum polisi didalamnya yang memback-up perjudian yang berkedok ketangkasan yang sangat meresahkan masyarakat diwilayah Batam./20/11/2021

Hasil penelusuran Tim Investigasi yang terdiri dari media online, cetak, streaming, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda yang langsung masuk ke arena perjudian online berkedok ketangkasan di kawasan Nagoya Jodoh Batu Aji Batam Kota dan juga Mall, Sungguh luar biasa area tersebut disulap bak di Las Vegas.

Berdasarkan investigasi langsung kelapangan Pemimpin Redaksi Media Buserdirgantara7 Nasrudin beserta kawan-kawan berinisiatif untuk menemui Kabid Humas Polda Kepri, bersilaturahmi sekaligus berkoordinasi terkait maraknya judi online ketangkasan diwilayah hukumnya, namun sayang menurut keterangan stafnya bahwa Kabid Humas sedang tidak berada ditempat.

Baca juga:  Diduga Kades Sungaibuntu Kangkangi Dana Bansos 600 Ribu,Warga Yang Terdaftar Tidak Menerima Di Pertanyakan???

Akhirnya kedatangan Nasrudin dan kawan-kawan pada hari Selasa (16/11/2021), sekira pukul 13.00 WIB, di ruang Humas Polda Kepri yang semulanya berniat menemui langsung Kabid Humas, walhasil diterima oleh AKBP Surya, Iptu Faizal dan Brigadir Andi, tetapi tidak mendapatkan informasi yang jelas.

Lebih lanjut Nasrudin mengatakan, “Kami menduga ada oknum polisi di dalamnya, jangankan judi online seperti itu, judi menggunakan handphone saja cepat ditangkap dan diproses hukum”, tuturnya, Sabtu (20/11/2021).

Semua sudah ada aturan main dan sanksinya yang tertuang dalam Undang-undang pidana perjudian pasal 303 KUHP yang diperkuat dengan Undang-undang No. 7 Tahun 1974, Tentang Penertiban Perjudian yang merupakan perjudian secara konvensional.

Baca juga:  Kapolda Sumut : 122 Kg Sabu Kami Musnahkan, Tersangka Ada Yang Dijerat Hukuman Mati

Dan perjudian nonkonvensional jenis perjudian baru yang berkembang dan diatur dalam Undang-undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yakni Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (1).

“Begitu pun judi online ketangkasan, casino dan sejenisnya, jelas-jelas melanggar Undang-undang tetapi kok tidak ada tindakan tegas, seolah ada pembiaran, ada apa dan kenapa?”, ungkap Nasrudin.

Nasrudin bersama kawan-kawan meminta dan mendesak agar Kapolda Kepri segera menindaklanjuti, mengambil langkah tegas atas keresahan masyarakat terkait maraknya perjudian dan oknum polisi yang jadi pahlawan di tempat perjudian online ketangkasan serta perjudian yang lainnya di wilayah hukum Polda Kepri, tandasnya. (TimInvestigasi/

Red/Johanes

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com