PKBM Al-Jauhar Diresmikan, Dedie Ajak Warga Kejar Paket Kesetaraan

img 20220827 wa0111

Bogor,–Dirgantara7.com | Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menandatangani dan meresmikan Gedung Yayasan Al-Jauhar PKBM Al-Jauhar di Jalan Guru Muhtar, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (25/8/2022).

Sebagai PKBM unggulan di Kota Bogor yang sudah berkiprah selama 17 tahun, gedung PKBM milik sendiri ini sudah sangat dinantikan kehadirannya.

“Alhamdulillah ini salah satu PKBM unggulan dari 27 PKBM yang ada di Kota Bogor karena melaksanakan Kurikulum Merdeka. Saya memberikan apresiasi dan datang langsung untuk meresmikan gedung milik Al-Jauhar,” ujar Dedie.

Selama 17 tahun ini Ketua Yayasan Al-Jauhar Tohir Kuswandi secara pribadi mendirikan PKBM dengan tujuan untuk mencerdaskan masyarakat. Ia pun berharap anak-anak yang putus sekolah karena orang tuanya terkena PHK atau terdampak Pandemi Covid-19 bisa melanjutkan pendidikannya dengan mengambil paket A, B dan C di PKBM Al-Jauhar.

“Pemkot Bogor juga kan punya program biskita yang mana ada alih profesi antara supir angkot menjadi supir bus, nah supir bus ini harus punya SIM B1 umum, B1 umum ini ketentuannya harus lulusan SLTA. Ini harusnya yang menjadi perhatian dari koperasi yang supirnya belum memiliki ijazah SLTA bisa melalui PKBM,” tuturnya.

Ketua Yayasan Al-Jauhar Tohir Kuswandi mengatakan, predikat PKBM terbaik se-Kota Bogor yang disematkan di Al-Jauhar bukan tanpa alasan. Pasalnya, empat orang lulusan PKBM Al-Jauhar diterima di universitas negeri, ada pula lulusan yang kuliah di Yaman dan di Mesir.

“Kami juga bekerja sama dengan lembaga seperti BHI, LPK Sangkuriang yang mana anak-anak kami mendapat pelatihan dan setelah lulus mereka jadi punya keahlian dan bisa cepat mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Ia menuturkan, PKBM Al-Jauhar juga mendapatkan kuota Bantuan Siswa Miskin (BSM) dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor yang dikhususkan untuk KBM setiap Senin sampai Kamis. Tahun ini pihaknya menerima 30 siswa BSM dari tiga jenjang kesetaraan. Dengan besaran bantuan sebesar paket A Rp 500 ribu per anak, paket B Rp 750 ribu dan paket C Rp 1 juta.

“Syarat untuk BSM harus ada SKTM dan harus terintegrasi dapodik karena walaupun kesetaraan tetap terintegrasi dengan dapodik. Biaya bantuan ini juga sudah sampai mendapatkan ijazah,” katanya. (Dede hanapi)

Copyright © 2021 Buserdirgantara7.com