Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Nasional

Tekan Penggunaan Knalpot Brong saat Operasi Patuh Lodaya 2023, Unit Lantas Polsek Pamanukan Sambangi Toko Aksesoris Motor

buserdirgantara7
107
×

Tekan Penggunaan Knalpot Brong saat Operasi Patuh Lodaya 2023, Unit Lantas Polsek Pamanukan Sambangi Toko Aksesoris Motor

Sebarkan artikel ini
Img 20230713 Wa0315

SUBANG , Buserdirgantara7com – Unit Lantas Polsek Pamanukan melaksanakan kegiatan sosialisasi ke toko aksesoris motor untuk menekan penggunaan knalpot brong.

Bunyi Knalpot Brong dinilai sangat mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan. Hal ini karena saat knalpot digeber bisa menimbulkan kebisingan, dan tentu mengganggu kenyamanan pengendara lain. Selain mengganggu kenyamanan knalpot Brong ini juga bisa menimbulkan kecelakaan akibat memacu kendaraannya sangat kencang.

Kapolres Subang AKBP Sumarni, S.I.K., S.H., M.H melalui Kapolsek Pamanukan Kompol Supratman melalui Anggota Unit Lantas Polsek Pamanukan Aipda Dian Riliana mengatakan, saat ini pihaknya melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada penjual Knalpot yang berada di wilayah hukum Polsek Pamanukan

Dalam sosialisasi ini penjual diminta membantu menegakan peraturan dan tata tertib lalu lintas. Dan diminta untuk tidak menjual Knalpot Brong lagi.

“Saat ini kita sosialisasikan. Sesuai Undang-Undang No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia; Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan,” kata Aipda Dian. Kamis, (13/7/2023).

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjaga ketentraman dan ketertiban di jalan raya.

“Kita berikan himbauan dan sosialisasi ke Penjual Knalpot Brong dan masyarakat Kota Pati, agar tidak menggunakan Knalpot Brong. Knalpot ini sangat mengganggu ketentraman, keamanan, dan ketertiban dijalan raya yang menyebabkan kebisingan suara dari Knalpot Brong rong,” jelasnya.

Pelaksanaan Dikmas Lantas kepada Penjual Knalpot Brong agar selalu mematuhi tata tertib lalu lintas.

“Nantinya kami akan melaksanakan penegakan berupa penindakan kasat mata terutama Knalpot tidak standar (Brong/Racing) sesuai dengan pasar 285 ayat 1 Undang – Undang Nomor 22 tahun 2009,” pungkasnya.