Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Pemerintahan

Aparat Penegak Hukum Lebak Kobarkan Semangat Atasi Stunting

buserdirgantara7
110
×

Aparat Penegak Hukum Lebak Kobarkan Semangat Atasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Img 20231219 Wa0191

Rangkasbitung,– Aparat Penegak Hukum (APH) Lebak yang terdiri dari Kejaksaan Negeri (Kejari), Pengadilan Negeri (PN), Polisi Resort (Polres), Persatuan Advokat Seluruh Indonesia (Peradi), Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) yang di gawangi Kepala Kejari Lebak Mayasari antusias untuk atasi permasalahan stunting di Kabupaten Lebak, hal ini diperlihatkan melalui giat Penanaman Pohon Kelor dan pemyerahan dana Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) ke Baznas Lebak di kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas III Rangkasbitung, Selasa (19/12/2023).

Img 20231219 Wa0192

Giat yang dihadiri oleh APH, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala BRI dan BJB Rangkasbitung, Satgas Stunting Provinsi Banten, perwakilan OPD terkait, Camat Cimarga, Ketua Apdesi Lebak, para Kepala Desa se Kecamatan Cimarga serta Penyuluh KB dan Keluarga Berseiko Stunting (KRS). Acara tersebut diisi sambutan-sambutan, Penyerahan Dana BAAS dari APH yang diserahkan secara simbolis oleh Staf Ahli Bupati Drs. Dedi Lukman Indepur, M.Si. kepada Perwakilan Baznas Lebak serta penanaman secara langsung pohon kelor di kebun SAE Lapas Kelas III Rangkasbitung oleh APH dan tamu undangan. Sebagai infomrasi, giat tersebut merupakan tindaklanjut kegiatan evaluasi BAAS di Aula Multatuli Setda Lebak beberapa waktu yang lalu, dimana pada saat itu baru sebatas dilakukan penanaman secara simbolis 10 pohon Kelor sebagai sumber gizi pengganti yang penting untuk atasi stunting.

Mayasari, SH, MH. Selaku Kepala Kejaksaan Negeri Lebak dalam sambutannya mengatakan bahwa sebuah gerakan nyata dari sebuah program wajib hukum nya, dia mengatakan harus ada upaya yang nyata yang dilakukan di lapangan sehingga sebuah program dapat terlihat dampak kebaikannya bagi sasaran penerima program. “Kita sengaja menanam kelor di kebun ini sebagai upaya yang nyata dalam membantu pemenuhan gizi keluarga terutama anak stunting serta mendorong terlaksananya secara nyata gerakan Bapak Asuh Anak Stunting” Ujarnya. Selain itu Mayasari juga menyinggung tentang keberlanjutan BAAS yang telah dikukuhkan beberapa waktu yang lalu, dia menegaskan setiap BAAS harus jelas siapa anak yang diasuhnya, seberapa besar anggaran yang telah disetorkan oleh BAAS dan sejauh mana perkembangan kesehatan anak asuh tersebut.

Sejauh ini penjelasan teknis tentang BAAS secara utuh belum sampai kepada para Bapak/Bunda asuh sehingga para Bapak/bunda Asuh masih kebingungan bagaimana peran mereka sesungguhnya di lapangan, ungkap Mayasari.
“Ingatkan kami apabila para APH belum menyetorkan dana sebagai Bapak Asuh sehingga kami akan dorong terus di grup WA supaya teman-teman bisa segera menyetorkan” Kata nya dengan penuh semangat.

Di sela-sela giat, Mayasari menekankan kepada para kepala desa supaya lebih semangat mengalokasikan anggarannya kepada program-program yang mengarah ke upaya percepatan penurunan stunting di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Perwakilan Tim Percepatan Penurunan Stunting yang dalam hal ini diwakili oleh sekretaris TPPS Hj. Tuti Nurasiah yang sekaligus menjabat sebagai Kabid Dalduk KB KS DP3AP2Kb Lebak menjelaskan bahwa BAAS dibebankan anggaran sebesar Rp 2,7 Juta selama enam bulan untuk diserahkan ke Baznas, nantinya Baznas akan menyalurkan kepada Tim Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) untuk dikelola menjadi menu makanan bergizi yang akan diberikan setiap hari kepada anak asuh selama enam bulan. “Setiap hari anak asuh akan mendapatkan menu makanan bergizi dari tim Dashat yang sudah terlatih senilai 15 ribu per hari atau 450 ribu per bulan atau 2,7 juta selama 6 bulan” jelasnya.

(Sukma)

Img 20240526 223458
Img 20240526 223458