Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Bima Arya, IPB University Jadi Bagian Riset dan Inovasi Pemkot Bogor

buserdirgantara7
87
×

Bima Arya, IPB University Jadi Bagian Riset dan Inovasi Pemkot Bogor

Sebarkan artikel ini
Img 20231126 Wa0099

Bogor,–Dirgantara7.com // Keberadaan IPB University di Bogor menjadi bagian dari sektor akademisi yang ikut terlibat dalam berbagai riset dan inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan selama kurang lebih 10 tahun berkolaborasi dengan IPB University sudah banyak kontribusinya.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas kiprah IPB baik skala lokal, nasional maupun internasional.

“Indikatornya banyak kalau kita bicara kontribusi. Untuk di level kota IPB menjadi bagian dari sebagian besar riset dan inovasi yang dilakukan oleh pemerintah kota,” kata Bima Arya saat Reuni Akbar 60 tahun IPB University di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Sabtu (25/11/2023).

Bima Arya pun tak pernah lupa ketika menghadapi Pandemi Covid-19, pihaknya bersama IPB University melakukan riset bersama untuk memetakan perilaku warga saat itu.

Selain melakukan riset, Rektor IPB, Arif Satria juga menjadi salah satu tim penyeleksi pejabat di lingkungan Pemkot Bogor.

Pada momentum Reuni Akbar 60 tahun IPB University yang diselenggarakan Himpunan Alumni (HA) IPB University, Bima Arya menyampaikan bahwa pengaruh dan kontribusi IPB University dalam pemikiran, ide, gagasan serta riset dan jejaring, baik lokal, nasional maupun internasional sangat kuat.

Ketika melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, seperti ke Korea, Tokyo, Australia dan sebagainya, nama IPB University begitu sangat terkenal. Bahkan, seringkali rektor dan pejabat di wilayah tersebut bercerita tentang rektor IPB yang juga beberapa kali melakukan kunjungan.

“Dimana-mana itu IPB, dari Balai Kota, BUMD, nasional, internasional itu jejaring IPB. Jadi wajar kalau 60 tahun ini spiritnya adalah kontribusi IPB dan alumni untuk Indonesia dan dunia,” katanya.

Rektor IPB University, Arif Satria mengatakan, dalam kegiatan ini juga diadakan pameran karya-karya alumni dan karya-karya IPB.

Saat ini IPB sudah mendampingi 4.520 desa atau sekitar 6,1 persen desa di Indonesia dengan berbagai program, diantaranya program dari alumni yakni Midesa, dosen pulang kampung, sekolah peternakan rakyat dan sebagainya.

“Ada banyak lagi program kita ke masyarakat, termasuk program tani center itu adalah bagian dari kita agar inovasi-inovasi itu masuk ke desa. Karena desa ini harus jadi tumpuan industrialisasi ke depan. Karena kalau tidak ada konektivitas desa dan kota maka yang terjadi adalah ketimpangan,” katanya.

Ketua DPP Himpunan Alumni IPB, Walneg S Jas mengatakan, kegiatan reuni akbar ini dibuka selama dua hari yang dimulai pada Sabtu 25 November dan Minggu 26 November 2023 yang akan dihadiri oleh sekitar 10 ribu peserta.

“Konsolidasi alumni, karena alumni harus bersatu walaupun punya karya, profesi, daerah, latar belakang, berbeda beda tapi dirumah besar alumni ini harus kompak. Inilah acara reuni akbar ke-60 tahun, ini puncak konsolidasi alumni semakin menyatu, semakin kuat dimanapun,” ujarnya.

Reuni akbar ini juga diisi oleh berbagai kegiatan, diantaranya bazar, kuliner, pemeran 100 karena legacy dan inovasi alumni, hingga agenda sosial donor darah serta akan ada juga peluncuran Buku Putih Kedaulatan Agromaritim sebagai masukan untuk pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 yang disusun para guru besar dan alumni IPB yang berkompeten.

(Dede Hanapi)