Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Bima Arya Titip Lahan Pertanian Mulyaharja Dijaga, Jangan Dikuasai Pengembang

buserdirgantara7
43
×

Bima Arya Titip Lahan Pertanian Mulyaharja Dijaga, Jangan Dikuasai Pengembang

Sebarkan artikel ini
Img 20231211 Wa0025

Bogor,–Dirgantara7.com // Wali Kota Bogor, Bima Arya memimpin Panen Raya Padi Organik di Agro Eduwisata Organik (Aewo) Mulyaharja di RT 05/01, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (10/12/2023).

Panen padi organik sebanyak 10 ton per hektar sawah ini menjadi panen terakhir Bima Arya di ujung masa jabatannya sebagai Wali Kota Bogor.

“Ini adalah panen terakhir saya sebagai wali kota, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang sudah bersama-sama, berikhtiar, berkolaborasi, berinovasi dari mulai camat, lurah, DKPP yang saling berkolaborasi dan konsisten berkarya,” ujarnya.

Bima Arya mengatakan, Aewo Mulyaharja ini contoh nyata tidak ada yang tidak mungkin kalau konsisten. Ia teringat kala pertama kali ke Mulyaharja sekitar delapan tahun lalu. Suasana saat itu sangat berbeda, sawahnya cantik dan wilayahnya menarik, namun belum banyak kegiatan. Seiring berjalan waktu, berganti camat dan lurah bertambah banyak juga kegiatan yang dikerjakan secara konsisten dan bersama-sama.

“Saya titip betul, siapapun wali kotanya jangan pernah ini jadi perumahan. Kita jaga, kita kunci supaya tidak saja ini bertahan tapi juga terus berkembang. Bukan hanya ada padi, tapi ada warung kopi, UMKM, kegiatan seni dan berbagai macam kegiatan yang ujungnya membuat warga sejahtera,” tegasnya.

Sekali lagi Bima Arya menegaskan, untuk benar-benar menjaga lahan Aewo Mulyaharja ini agar warga lebih sejahtera. Bukan hanya untuk konten, bukan hanya kegiatan-kegiatan, tapi betul-betul warga di sini bisa lebih sejahtera, pendapatan naik, tidak ada lagi pengangguran, anak-anak bisa sekolah, kuliah, mendapatkan pekerjaan dan semuanya tetap kompak dan solid.

“Sekali lagi saya titip supaya ini tidak berubah, akan sangat sedih kalau saya ke sini dan melihat ini dikuasai pengembang. Kita niatkan dan jaga bersama-sama,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan, sesuai dengan Perda Nomor 6 tahun 2021, lahan pertanian di Kota Bogor harus dipertahankan.

Saat ini total lahan pertanian yang ada di Kota Bogor seluas 127,42 hektar dan lahan pertanian pangan berkelanjutan seluas sekitar 58,66 hektar. Lahan pertanian ini tersebar di tiga kecamatan saja, yakni kecamatan Bogor Barat, Bogor Selatan dan Bogor Timur.

“Sementara tiga kecamatan lainnya lahan pertanian sudah habis untuk pembangunan. Jadi lahan di sini harus tetap dijaga dan dilindungi agar tidak ada lagi pengembang yang menggusur lahan pertanian. Apalagi ini modal Kota Bogor untuk memproduksi padi sebagai sumber kebutuhan hidup,” jelasnya.

Ia menerangkan, lahan sawah di Mulyaharja bukan milik Pemkot Bogor. Pemkot Bogor hanya membantu dari regulasi saja. Namun, di amanat UU lahan pertanian bisa dibeli Pemkot selama ada anggaran. Di Mulyaharja total ada 23 hektar sawah, tiga hektar lahan sawah organik dan 20 hektar lahan sawah non organik yang dikelola dua Kelompok Tani Dewasa (KTD).

“Panen sekarang mengalami peningkatan dari 8 ton per hektar menjadi 10 ton perhektar,” sebutnya.

(Dede Hanapi)