Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Bupati Garut Dorong Peningkatan IPM dengan Kemitraan Universitas Al Ghifari

buserdirgantara7
80
×

Bupati Garut Dorong Peningkatan IPM dengan Kemitraan Universitas Al Ghifari

Sebarkan artikel ini
Img 20231016 Wa0209

GARUT, Tarogong Kidul, – Dirgantara7.com // Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengungkapkan, Pemkab Garut kini sedang berupaya keras untuk memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terbelakang. Meski telah mencatat peningkatan IPM tertinggi di Jawa Barat, Rudy Gunawan mengakui bahwa pendapatan perkapita dari PDRB masih jauh dari memuaskan.

Img 20231016 Wa0208

“Satu faktor berhubungan dengan pendapatan perkapita atau pengeluaran perkapita dari PDRB, dan pendapatan perkapita dari PDRB kita masih jauh,” kata bupati saat memimpin apel gabungan terbatas yang dilaksanakan di Lapang Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (16/10/2023).

Selain itu, kata bupati, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Garut terhitung masih rendah, sehingga hal itu menjadi salah satu dari beberapa tantangan yang belum teratasi oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Garut kini bekerja sama dengan Universitas Al Ghifari untuk mencari solusi tersebut.

“Nah untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah itu adalah dengan pendidikan makanya Al-Ghifari itu digandeng oleh Pemerintah Kabupaten Garut secara khusus pertama, insya Allah lah beliau akan memberikan harga yang terbaik malahan tadi Kang Sali mengatakan ada yang namanya beasiswa, yang kedua mau _door to door_ ke kampung-kampung,” ungkapnya.

Bupati juga berharap kerja sama ini dapat berlanjut, meskipun masa jabatannya akan segera berakhir.

“Ini adalah wasiat supaya Garut bisa mengejar ketertinggalan IPM tapi insyallah kalau kita kompak dan fokus setelah bekerja dengan bersungguh-sungguh dan bertanggung jawab tahun 2025 IPM Garut akan menuju angka 70,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Al Ghifari, Prof Didin Muhafidin, menekankan bahwa universitasnya menerapkan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Dia mengajak para pegawai yang belum menyelesaikan pendidikan tinggi atau S2 untuk mengikuti program RPL di Universitas Al Ghifari.

“Sama S2 pun cukup satu tahun lewat RPL, hanya kita baru administrasi publik ya, silakan ya jadi cukup satu tahun dan kuliahnya pun bisa di Garut. Lewat _online_ ya atau luring nanti dosennya yang ke sini,” ucapnya menambahkan

Prof Didin juga menyebut telah melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Garut, dan berkomitmen untuk mendukung peningkatan IPM di Kabupaten Garut.

“Oh ya bisa paling tidak minimal 9 tahun lebih ini ya. Makanya saya harap bapak ibu sekalian yang silahkan ya stafnya, yang belum kuliah atau calon mertuanya yang belum kuliah suruh kuliah ya. Mumpung ada kebijakan yang sangat mudah dari pemerintah,” lanjutnya.

Sedangkan Sali Iskandar, Ketua Pembina Yayasan Al Ghifari, memaparkan bahwa saat ini sedang berupaya mendirikan dua universitas, Universitas Al Ghifari dan Universitas Sali Al Aitaam (UNISAL), di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Dia berharap dapat membantu masyarakat Garut untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat ini, pihaknya telah memberikan bantuan kuliah gratis kepada 60 mahasiswa dari wilayah Garut Selatan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk berkuliah di UNISAL dan 40 mahasiswa di Unfari.

“Yang memang mendapat kesulitan silahkan masuk ke sekolah kami Universitas Al Ghifari yang kira-kira mampu silahkan bayar Pak Bupati, yang setengah mampu mangga bayar, nu teu mampu ge jadi sarjana tapi berprestasi. Itu tujuan kami intinya,” tandasnya.

(Ahmad Deni)

Img 20240526 223458
Img 20240526 223458