Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Hari Anti Korupsi Internasional, Dedie Rachim : Gerakan Bersama Membangun Karakter

buserdirgantara7
45
×

Hari Anti Korupsi Internasional, Dedie Rachim : Gerakan Bersama Membangun Karakter

Sebarkan artikel ini
Img 20231210 Wa0061

Bogor,–Dirgantara7.com // Kongres Advokat Indonesia Kota Bogor menggelar Diskusi Publik ‘Jadikan Bahaya Laten Korupsi Jadi Musuh Bersama’ di Ruang Serbaguna, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Jumat (8/12/2023) sore.

Dalam momentum itu Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang hadir sebagai tamu undangan menyampaikan pesan bahwa gerakan anti korupsi harus dilakukan secara bersama-sama dan masif dengan membangun dan menguatkan karakter sebagai pondasi anti korupsi.

Diskusi yang dihadiri oleh 120 orang lebih dari berbagai elemen masyarakat ini diisi oleh berbagai narasumber dengan menyampaikan pandangannya, pengalaman serta pemikiran-pemikiran.

“Karena kami selalu membutuhkan arahan dan bimbingan dari para senior dari aparat penegak hukum bagaimana melaksanakan pemerintahan yang bersih,” kata Dedie Rachim.

Dalam menjalankan roda pemerintahan yang berpedoman pada Anti Korupsi, Dedie Rachim menerapkan pengalaman dan ilmu yang didapatnya ketika 13 tahun bertugas di KPK.

Ia pun lebih banyak memberikan contoh membangun karakter anti korupsi dibanding dengan memperingatkan dengan kata-kata ‘jangan korupsi’.

“Satu cara yang dilakukan adalah dengan menanamkan bahwa kita tidak ingin menyulitkan dan menyusahkan orang. Karena begitu kita punya kepentingan, punya sesuatu, maka disitu bibit-bibit sebuah kondisi dimana ada kepentingan yang masuk. Jadi saya memberikan contoh dari atas,” katanya.

Kota Bogor selama berturut-turut meraih Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP, selain seluruh OPD juga didorong untuk memiliki kinerja yang optimal dan bekerja yang maksimal dengan mengedepankan prinsip integritas dan kejujuran.

Sebelum menutup kegiatan, Dedie juga mengapresiasi kegiatan diskusi publik yang diadakan sebagai langkah atau gerakan bersama membangun karakter anti korupsi.

Karena anti korupsi tidak hanya kata, tapi harus ditindaklanjuti oleh sebuah langkah sebuah gerakan seluruh unsur masyarakat.

“Jadi bukan hanya urusan KPK saja, jadi ini harus jadi gerakan masif mulai dari hal-hal sederhana, kebersihan lingkungan bagaimana membangun kejujuran integritas dan konsisten. Jadi bukan sesuatu yang sifatnya pendekatan saja, tapi dimulai dengan pembangunan karakter. Kalau karakternya saja sudah anti korupsi, Insya Allah bangsa ini akan jadi bangsa hebat,” jelasnya.

(Dede Hanapi)