Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Kaper BKKBN Provinsi Banten: Stunting Telah Menjadi Masalah Dunia, Bukan saja Di Indonesia

buserdirgantara7
91
×

Kaper BKKBN Provinsi Banten: Stunting Telah Menjadi Masalah Dunia, Bukan saja Di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Img 20231124 Wa0094

Serang,–Dirgantara7.com // – Perwaklan BKKBN menggelar kegiatan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Pendampingan Keluarga Berbasis IT di Forbis Hotel Jalan Waringin Kurung Serang- Banten, Kamis (23/11/2023). Kegiatan tersebut diikuti oleh Tecnical Assistant (TA) Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Provinsi Banten, Operator Elsimil Kabupaten/kota se-Provinsi Banten dan 16 perwakilan operator Elsimil kecamatan se-Provinsi Bante, adapun narasumber yang dihadirkan Koordinator Program Manajer (KPM) Ricky Ferbriyanto dan Program Manajer Bidang Data Pemantauan dan evaluasi Ihya Sulthonudin.

Img 20231124 Wa0093
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ir. Rusman Efendi, MM selaku Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Banten dan dihadiri unsur Pokja di lingkungan BKKBN Provinsi Banten. Dalam sambutannya Rusman menitikberatkan pentingnya pengisian Elektronik Siap Nikah dan siap Hamil (Elsimil) sebagai basis data yang akurat untuk pencegahan dan penanganan Stunting di Provinsi Banten sehingga ke depan kebijakan yang diambil oleh para pemangku kebijakan benar-benar tepat sasaran dan tepat manfaat, menurutnya stunting merupakan masalah yang serius bagi dunia, “Stunting Telah Menjadi Masalah Dunia, Bukan saja Di Indonesia” Ujarnya.

Lebih jauh Rusman menyampaikan bahwa Pendampingan yang telah dilakukan oleh TPK harus dcatat dan dilaporkan setelahnya. Pencatatan dan pelaporan tersebut melalui aplikasi Elsimil yang merupakan alat pantau dalam pendampingan sehingga, ibu yang didampingi dapat diketahui status resikonya. Elsimil sangat membantu dalam Upaya kita mengintervensi stunting karena kita dapat langsung mengidentifikasi secara by name by address yang beresiko stunting.

Pada sesi akhir sambutan, Rusman mengungkapkan harapannya terkait kegiatan tersebut, “Pertemuan hari ini, kita akan melihat dan membahas hasil dan capaian pendampingan melalui Elsimil termasuk kendala-kendala yang terjadi Ketika pendampingan dilakukan oleh TPK. Selain itu juga perlu dilakukan diskusi pembahasan apa strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan capaian hasil pendampingan melalui Elsimil agar data tersebut bisa dioptimalkan oleh para Pemangku kebijakan dalam menurunkan angka stunting di wilayahnya” Pungkasnya.

Di sesi pemaparan materi, Ricky memaparkan data detil dan lengkap tentang capaian dan kendala pelaporan kegiatan di masing-masing tingkat kabupaten/kota sehingga hal tersebut memicu diskusi yang sangat hangat dan dinamis diantara peserta dan narasumber. Berbagai kendala yang ada di tingkat kabupaten/kota tergali melalui diskusi sehingga didapatkan solusi dan strategi bersama dalam memenuhi target capaian pelaporan berbasis IT.

Sementara itu terlihat hal yang sangat menarik dimana terdapat perbedaan kendala antara Kabupaten Pandeglang dan kabupaten Lebak, Operator Kabupaten Lebak Ana menyampaikan bahwa kendala utama di Lebak adalah mengenai signal yang sangat lemah dan aplikasi yang sering eror, namun menurut Kabupaten Pandeglang yang disampaikan oleh Maksudi selaku TA PPS Kabupaten Pandeglang, kedua hal yang disampaikan Kabupaten Lebak tersebut bukanlah kendala yang utama, menurutnya kendala utamanya ada di kemauan dan semangat para kader untuk mengisi dan bertanya, “Saya pernah mengetest langsung dengan membuka dan mengisi Elsimil bareng TPK pada saat TPK tersebut mengatakan aplikasi nya eror, termyata setelah diisi ada bagian yang belum terisi yang menyebabkan pengisian tidak bisa ke tahap selanjutnya, jadi bukan palikasi nya yang eror melainkan pemahaman teknis TPK yang harus terus ditigkatkan” Ujarnya.

Diakhir acara, Ricky selaku pemateri penutup menyampaikan pesan nya bahwa selama kita kerja bersama saling mengisi dan mendukung maka tidak akan ada yang tidak mungkin dan pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan hasil yang optimal. (Sukma)