Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Komunitas Adhiyasa Wirashakti Laksanakan Gerakan Literasi Masyarakat (GELIAT) untuk Menumbuhkembangkan Budaya Literasi pada Anak-anak

buserdirgantara7
80
×

Komunitas Adhiyasa Wirashakti Laksanakan Gerakan Literasi Masyarakat (GELIAT) untuk Menumbuhkembangkan Budaya Literasi pada Anak-anak

Sebarkan artikel ini
Img 20230906 Wa0008

Jakarta, –Dirgantara7.com // Untuk merayakan hari peringatan literasi internasional yang jatuh pada 8 September 2023 dan mendukung Gerakan Literasi Nasional, serta membantu mewujudkan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (2020-2024), Adhiyasa Wirashakti bersama Kelurahan Penjaringan, melakukan kegiatan penguatan literasi pada ekosistem pendidikan anak dan pemanfaatan ruang publik melalui program Gerakan Literasi Masyarakat (GELIAT) yang dilaksanakan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah, Jakarta Utara.

IMG-20230906-WA0009

Pembudayaan literasi anak berkaitan erat dengan minat bacanya, dan salah satu cara untuk meningkatkannya adalah dengan menyediakan akses bacaan yang sesuai kebutuhan dan peningkatan sumber daya manusia kepengelolaan ruang publiknya. Oleh karena itu, kegiatan kolaborasi Adhiyasa Wirashakti ini menyasar anak-anak usia sekolah dasar (6-12 tahun), remaja (13-18 tahun), dan pengurus RPTRA Penjaringan Indah.

banner 325×300
Pembukaan acara GELIAT dihadiri oleh Nurul Hilal, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Penjaringan, sebagai perwakilan Lurah Penjaringan. Pembukaan dihadiri juga oleh Sri Wulandari sebagai Koordinator RPTRA Penjaringan dan Pramwidya Novia sebagai perwakilan pihak LPDP. Acara ini terdiri dari penyerahan donasi berupa 300 buku bacaan anak, 2.200 buku tulis, dan 100 tanaman obat. Dilakukan juga penanaman 4 tanaman obat sebagai simbol kesepakatan antara Adhiyaksa Wirashakti dengan RPTRA dan Kelurahan Penjaringan. Selanjutnya, partisipan acara dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok anak mengikuti agenda story telling dan kuis profesi serta sesi kerajinan tangan, kelompok remaja mengikuti agenda diskusi tantangan literasi, dan kelompok pengurus RPTRA mengikuti agenda penyuluhan manajemen perpustakaan.

Kegiatan story telling dongeng kelompok anak dilakukan sebagai upaya pengembangan bahasa dan kognitif serta melatih kemampuan imajinasi anak. Sedangkan kegiatan fun games, kuis tebak profesi, dan pembuatan prakarya dimaksudkan untuk meningkatkan daya kreativitas dan keterampilan mereka. “Pembuatan prakarya bagi anak-anak dapat melatih kreativitas mereka (anak usia 6-12 tahun) menjadikan sebuah bayangan di kepala, ke dalam bentuk 2 atau 3 dimensi sederhana, dan ini penting untuk mengembangkan imajinasi mereka untuk dapat menghasilkan karya-karya di masa depan,” ujar Ketua Divisi Social Project, Pinta Budi Pradana Hutama.

Dua anak remaja sedang mempresentasikan hasil fokus discussion (FGD)
Dua anak remaja sedang mempresentasikan hasil fokus discussion (FGD)
Sementara itu, focus group discussion (FGD) mengenai tantangan literasi di lingkup komunitas dilakukan bersama partisipan remaja untuk mengajak mereka berpikir kritis dan menambah wawasan remaja tentang cara efektif dalam meningkatkan minat baca di tengah maraknya penggunaan hiburan digital sejak dini. Hasilnya, mereka mampu menghadirkan ide dan solusi terkait tantangan literasi yang marak saat ini. Tak kalah penting, pelatihan manajemen perpustakaan kepada pengurus RPTRA Penjaringan dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan RPTRA secara berkelanjutan, dengan tujuan agar kualitas perpustakaannya tetap relevan dengan kebutuhan dan perkembangan minat pengunjung “Betapa bagusnya materi manajemen perpustakaan, yang selama ini belum pernah kita praktikkan secara langsung,” ucap Sri Wulandari, Koordinator RPTRA Penjaringan.

Nurul Hilal, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Penjaringan, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap acara ini dan menyampaikan bahwa dari kegiatan ini ia telah mencatat hal-hal penting yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas perpustakaan RPTRA Penjaringan menjadi lebih baik lagi. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi awal dari kegiatan-kegiatan lanjutan yang membawa manfaat lebih banyak lagi dan dapat menginspirasi anak-anak sekitar RPTRA untuk mengejar pendidikan setinggi-tingginya.

Sebagai penutup acara, Tri Susilo sebagai perwakilan Tim Persiapan Keberangkatan LPDP hadir secara langsung di lokasi kegiatan dan menyampaikan apresiasi kepada Adhiyasa Wirashakti sebagai penyelenggara kegiatan GELIAT.

Komunitas Adhiyaksa Wirashakti beranggotakan peserta Persiapan

Keberangkatan (PK) Angkatan 212 beasiswa LPDP yang berjumlah 285 orang dan diketuai oleh Ramdani Murdiana dari Divisi Perwakilan Angkatan. Para anggota Adhiyaksa Wirashakti akan melanjutkan studi S2 dan S3 di dalam dan luar negeri, untuk kemudian kembali dan mengabdikan ilmunya di Indonesia selepas menyelesaikan studi.

Melalui GELIAT, Adhiyasa Wirashakti berharap semua pihak yang terlibat aktif di dalamnya akan menerima manfaat jangka pendek dan panjangnya. Selain itu, Adhiyasa Wirashakti juga meyakini bahwa partisipasi masyarakat setelah GELIAT dilaksanakan adalah kunci keberlanjutannya. Karena itu, melalui pelatihan pengelolaan perpustakaan, pelibatan anak, dan partisipasi pemangku kepentingan yang telah dilakukan dalam kegiatan GELIAT, diharapkan akan memicu kemajuan dan kegiatan literasi masyarakat Penjaringan, khususnya literasi anak, yang jauh lebih baik lagi di masa depan

(Wan/Hera)

Img 20240526 223458
Img 20240526 223458