Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Longsor di Jalan Raya Tajur Diharapkan Rampung Sebelum Libur Nataru

buserdirgantara7
67
×

Longsor di Jalan Raya Tajur Diharapkan Rampung Sebelum Libur Nataru

Sebarkan artikel ini
Img 20231205 Wa0150

Bogor,–Dirgantara7.com // Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mendatangi lokasi longsor di Jalan Raya Tajur, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (4/12/2023) pagi.

Didampingi Kepala Dinas PUPR, Sekretaris Dinas Perhubungan, camat, dan lurah, Dedie memastikan proses penanganan di lokasi longsor tembok penahan tanah (TPT) berjalan sesuai.

“Yang pasti ada beberapa titik longsoran TPT di wilayah sepanjang Jalan Raya Tajur yang sudah ditangani. Satu, yaitu di samping Ramayana dan kalau dilihat dari progresnya sudah ada beberapa kemajuan dan diharapkan sebelum Nataru (Natal dan Tahun Baru) sudah selesai,” kata Dedie di lokasi.

Mengingat, kata dia jalur Jalan Raya Tajur yang merupakan jalan nasional ini cukup padat, ditambah lagi nanti memasuki libur panjang. Tentu jika belum rampung, maka akan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Titik kedua di depan Mal Boxies itu juga longsoran TPT akan ditangani juga, mudah-mudahan dari jalan nasional bisa menindaklanjuti,” sambung Dedie.

Disamping itu, ada permintaan dari balai jalan nasional untuk mensterilisasi area pembangunan dari lapak – lapak pedagang yang selama ini dianggap menjadi kendala. Hal itu untuk memudahkan alat berat bisa memasuki area perbaikan.

Lalu bersebelahan dengan longsor di jembatan Ramayana, adapula longsoran TPT di sana yang diakibatkan gesernya aliran sungai karena bangungan yang mulai dipenuhi bangunan sejak 2003 lalu.

“Ada perubahan fungsi lahan, tadinya lahan bebas tidak ada bangunan, sekarang jalan Raya Tajur semenjak tahun 2001 dan 2003 mulai dipenuhi bangunan sehingga aliran sungai tergeser menyamping. Ada beberapa lahan milik warga terdampak dan ada yang Alhamdulillah penanganan TPT-nya akan dilaksanakan secara mandiri oleh warga. Kami ucapkan terima kasih,” urainya.

Untuk rekayasa lalu lintas yang masih diterapkan di jalur tersebut, Dedie menghimbau agar masyarakat bisa memilih alternatif lain ke arah Puncak ataupun Sukabumi, khususnya pengguna roda empat yang bisa mengambil jalur tol.

“Karena masih butuh waktu dua minggu untuk menangani ini. Kita coba kerjasamakan dengan instansi lain untuk meminta mereka tidak menekan ke kota Bogor. Dishub juga kami perintahkan untuk membuat imbauan untuk diarahkan masuk tol saja,” katanya.

(Dede Hanapi)