Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Nasional

TK Fizar Bangsa Gelar Kelas Parenting Ayah

buserdirgantara7
100
×

TK Fizar Bangsa Gelar Kelas Parenting Ayah

Sebarkan artikel ini
Img 20240120 Wa0365

Rangkasbitung, Buserdirgantara7com – Sebagai salah upaya mengimplementasikan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 30 tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan, TK Fizar Bangsa gelar giat Kelas Parenting Ayah yang diadakan di Ruang Ajar TK di Kaum Lebak Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Sabtu (20/1/2023).

Giat Kelas Parenting Ayah tersebut mendatangkan narasumber Nurhasanah, M.Psi., Psikolog sebagai penggiat parenting sekaligus Founder HASANAH Psychology Center Tangerang. Giat tersebut secara khusus diadakan bagi para ayah yang wali murid di TK Fizar Bangsa.

Img 20240120 Wa0366Sopiah, S.Pd selaku Kepala Sekolah TK Fizar Bangsa dalam sambutannya mengutarakan rasa bahagianya atas terlaksananya giat Kelas Parenting Ayah tersebut, menurut Sopiah yang akrab dipanggil Umi, sejak TK Fizar Bangsa didirikan pada medio 2009 sampai dengan 2024 baru kali kali tersebut mengadakan kelas parenting ayah.

Umi juga menuturkan rasa terima kasih nya kepada para ayah yang hadir karena menurutnya kehadiran para ayah tersebut memberikan energi yang luar biasa bagi lembaganya. Umi juga menyampaikan bahwa sangat tidak banyak lembaga yang bisa menyelenggarakan kelas parenting yang khusus buat ayah.

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada para ayah yang berkenan meluangkan waktunya untuk hadir, sekarang sudah nampak jelas kelihatan sikap gotong royong nya antara ayah dan ibu dalam membentuk karakter dan mendidik anak” Tuturnya.

Adapun tema yang diusung dalam giat parenting ayah tersebut adalah “Menjadi Ayah Yang Diidolakan Anak”, dalam proses parenting tersebut, Nurhasanah selaku narasumber selain memaparkan materi juga melakukan diskusi dengan para ayah berkaitan pola pendidikan anak yang telah dilakukan di rumah masing-masing, Para ayah nampak antusias mengikuti materi, hal ini terlihat dengan banyaknya pertanyaan maupun permohonan solusi dari para ayah atas berbagai kondisi yang terjadi di rumah masing berkaitan dengan pola pengasuhan dan pembelajaran.

Salah satu ayah yang hadir menanyakan dari umur berapa luka batin atau trauma yang diterima oleh anak dan bagaimana cara kita menghadapi hal tersebut?, Hal tersebut langsung dijawab oleh Nurhasanah dengan jawaban Luka batin atau trauma yang diterima oleh anak dimulai dari umur 4 tahun dan hal yang paling memberikan dampak buruk adalah tidak adanya interaksi antara seorang ayah dengan anak, “Apalagi ketika sosok ayah melakukan kekerasan, membentak, menyubit dan lain-lain.

Sikap yang harus kita lakukan sebagai orang tua khususnya seorang ayah adalah membangun komunikasi dengan anak dengan melakukan dialog atau mengobrol dengan anak taklain membantu anak untuk percaya diri, aman, dan bisa tumbuh dengan baik”. Tambahnya.

Sementara itu, Sukma yang merupakan salah satu wali murid mengungkapkan rasa terima kasih nya kepada pihak sekolah yang sudah menginisiasi giat parenting ayah tersebut, menurut nya banyak sekali hal-hal yang selama ini dia terapkan dalam pola pengasuhan anak di rumah maupun di tengah lingkungan sosialnya yang ternyata tidak sesuai dengan kaidah psikologi anak dalam rentang usia 1 – 6 tahun.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas inisiatif Kepala Sekolah yang menyelanggarakan kegiatan ini, selain ajang perekat silaturahim antar ayah juga ada penambahan ilmu dan wawasan yang sangat luar biasa dari narasumber sehingga ke depan bisa dijadikan acuan dan bekal dalam pola pengasuhan anak saya di rumah” Pungkas nya. (Sukma)

Img 20240526 223458
Img 20240526 223458