Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaormasNasionalTNI

Usut Prajurit TNI yang Tendang Suporter, Panglima: Kami Periksa Hingga ke Komandan Batalyon

buserdirgantara7
323
×

Usut Prajurit TNI yang Tendang Suporter, Panglima: Kami Periksa Hingga ke Komandan Batalyon

Sebarkan artikel ini
Usut Prajurit Tni Yang Tendang Suporter

JAKARTA, – Dirgantara7.com | Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, pihaknya sedang memeriksa unsur pimpinan para prajurit yang diduga bertindak berlebihan saat menangani situasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10/2022).

Menurut Andika, pimpinan yang diperiksa adalah empat orang berpangkat Sersan II dan Prajurit I.

“Kita memeriksa juga yang lebih atasnya. Prosedur apakah yang mereka lakukan? Apakah mereka sudah mengingatkan? Dan ini sampai dengan tingkat Komandan Batalyon-nya yang ada juga di situ. Jadi kami terus,” kata Andika di Istana Merdeka, Rabu (5/10/2022).

“Ini juga sebagai bentuk evaluasi. Karena (kekerasan) enggak boleh terjadi. Berarti kan briefing, penekanan tentang batas kewenangan TNI dalam bertindak, walau pun kita hanya BKO, itu berarti tidak berjalan,” tambahnya.

Andika pun melanjutkan, saat ini telah ada empat prajurit yang mengakui tindakan berlebihan saat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi pada Sabtu .

Pengakuan itu didapatkan setelah TNI memeriksa bukti dan lima orang prajurit.

Andika menyebutkan, kelima prajurit itu diperiksa karena sudah terdapat bukti awal atas tindakan mereka.

“Sejauh ini yang prajurit kita periksa ada lima. Diperiksa ini karena sudah ada bukti awal. Dari lima ini, empat sudah mengakui. Tapi yang satu belum,” ujar Andika di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/10/2022).

Andika menyebutkan, pihaknya masih meminta informasi dari pihak manapun untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya terjadi.

“Kami terus minta info dari siapapun juga. Siapapun yang punya video,” lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan video yang diunggah oleh pengguna Twitter, @mhmmd_faizall, terdapat dua prajurit yang “terbang” sembari menendang ke arah tubuh dua penonton di lapangan Kanjuruhan.

Kedua suporter ini mendapat tendangan keras ketika berusaha kembali ke area tribune penonton usai memasuki lapangan pertandingan.

Tendangan keras dua prajurit tersebut membuat dua suporter ini terpental dan terkapar ke lapangan.

Tak jauh dari lokasi kekerasan ini, terlihat puluhan prajurit turut mengejar dan memukuli suporter yang berlarian menggunakan pentungan.

Adapun kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupatan Malang, setelah pada laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Arema FC kalah 2-3 di kandang sendiri, Sabtu (1/10/2022).

Ketika laga berakhir, Aremania memasuki lapangan. Pihak kepolisian kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata ke arah penonton yang berada di tribune stadion.

Akibatnya, 131 orang meninggal dunia. Selain itu, ratusan orang mengalami luka berat.

Sedangkan korban meninggal umumnya karena terinjak-injak dan sesak napas. (Red)