Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Dedie Rachim Ajak Seniman dan Budayawan NU Jaga Kebersihan Lingkungan

buserdirgantara7
59
×

Dedie Rachim Ajak Seniman dan Budayawan NU Jaga Kebersihan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Img 20231111 Wa0303

Bogor,–Dirgantara7.com // Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, sentuhan budaya dan peradaban dari seniman serta budayawan NU masih diperlukan untuk mengajak masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya titip kepada para seniman dan budayawan NU untuk menyampaikan kepada masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan. Ini PR terakhir NU, bagaimana ke depan membuat Indonesia bersih,” kata Dedie Rachim saat penutupan gelar seni budaya bertema ‘Merawat Seni dan Budaya, Menjaga NKRI’ di Bogor Creative Center, Kamis (9/11/2023).

Dirinya juga berharap agar kegiatan seni budaya yang berlangsung selama dua hari yang digagas Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Priangan Barat ini dapat lebih ditingkatkan dan dikembangkan sehingga mampu mewarnai Kota Bogor.

Lebih jauh Dedie Rachim menyampaikan, di Indonesia NU sangat kental dengan islam dan budaya. NU juga selalu hadir pada saat-saat Indonesia dalam situasi genting menjaga kondusifitas, menjaga dan memastikan keberagaman serta perbedaan tidak perlu diperdebatkan, apalagi ditakutkan karena perbedaan adalah hal yang biasa, bahkan justru perbedaan menjadi kekayaan.

“NU dibutuhkan dalam kondisi negara dan bangsa baik-baik saja maupun tidak baik-baik saja. Alhamdulillah kehadiran NU dan Lesbumi akan menjadi jati diri, harga diri dan benteng NKRI. Semoga ini menjadi bekal kita bersama dalam menjalin dan meningkatkan sinergi antara semua, NU dan bangasa Indonesia, menjadi sebuah totalitas bangsa yang cinta damai dan bangsa yang cinta keutuhan bangsa dan negaranya,” jelas Dedie Rachim.

Ketua PCNU Kota Bogor, Edi Nurohman dalam sambutan menerangkan arti penting Lesbumi di NU. Menurutnya agama tanpa budaya ibarat makan sayur tanpa garam, sehingga NU merasa perlu budaya dipertahankan dan dilestarikan bahkan dikembangkan sesuai dengan nafas ajaran islam.

Sebab, jika tidak dirawat maka warisan budaya akan hancur yang pada akhirnya masyarakat dan bangsa bakal kehilangan identitas sehingga mudah di adu domba dan terpecah belah.

“Ini menjadi salah satu konsen NU, menjaga agama dan menjaga budaya sama beratnya. Agama datang bukan untuk memberangus budaya, tetapi untuk memberikan ruh pada budaya agar sesuai nafas ajaran agama islam,” kata Kang Edi sapaannya.

Ketua Pelaksana, Fahriady yang juga Ketua Lesbumi Kota Bogor melaporkan, kegiatan seni budaya dilakukan selama dua hari, 8 dan 9 November 2023 dalam rangka Hari Santri Nasional menjelang Hari Pahlawan dan menuju Harlah NU.

Selain dimeriahkan dengan kegiatan pameran produk UMKM, bazar lukisan, kaligrafi, benda pusaka. Pada acara penutupan, Toko Buku Gramedia menyerahkan atau mewakafkan 300 Al-Quran kepada PCNU Kota Bogor.

(Dede Hanapi)