Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Penerima Beasiswa The Asia Foundation Philippines ke Kota Bogor, Bima Arya Cerita GKI Yasmin

buserdirgantara7
140
×

Penerima Beasiswa The Asia Foundation Philippines ke Kota Bogor, Bima Arya Cerita GKI Yasmin

Sebarkan artikel ini
Img 20230601 Wa0015

Bogor,–Dirgantara7.com | Wali Kota Bogor, Bima Arya menerima kunjungan penerima program beasiswa The Asia Foundation Philippines di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (31/5/2023).

Pada kesempatan itu, Bima Arya menceritakan perjalanan Kota Bogor dalam menangani dan menyelesaikan konflik GKI Yasmin yang terjadi selama 15 tahun.

“Saat resmi menjadi Wali Kota Bogor pada tahun 2014, ada dua isu besar yang saya hadapi, yaitu transportasi dan stigma Kota Bogor sebagai kota yang tidak toleran. Sebagai wali kota saya mengirimkan pesan yang jelas dan kuat, stigma yang ada harus dihilangkan mengingat hal tersebut tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di Kota Bogor. Bersama semua pihak terkait kita membuka semua opsi yang ada serta komunikasi,” kata Bima Arya.

Kepada para delegasi Bima Arya menjelaskan proses penanganan, mulai dari tahap awal hingga akhirnya tercapai kesepakatan semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian konflik GKI Yasmin, disaksikan jajaran Pemerintah (Pemkot) Kota Bogor, TNI dan Polri hingga peran serta tim 7 dalam menjalin komunikasi dengan semua pihak.

“Pembentukan tim 7 merupakan momen penting yang akhirnya merubah konsiliasi dari konflik GKI Yasmin hingga kemudian berakhir dengan kebahagian bagi semua pihak. Kepercayaan yang dibangun dari komunikasi maupun dialog yang dilakukan secara masif dan intensif menjadi elemen lain yang menentukan. Saat peresmian gereja dilakukan oleh Menko Polhukam dan Mendagri pada April 2023,” papar Bima Arya

Selain konflik GKI Yasmin, dalam kesempatan yang diisi diskusi singkat, tidak lupa Bima Arya menjelaskan toleransi, persaudaraan dan kebersamaan antar umat beragama di Kota Bogor yang saling mengunjungi saat perayaan hari besar agama.

Program, kegiatan maupun capaian yang diraih Kota Bogor termasuk yang diterangkan, diantaranya pelaksanaan Bogor Street Festival Cap Go Meh.

Salah satu delegasi yang merupakan Wali Kota Butig, Dimnatang Pansar usai kegiatan mengungkapkan bahwa sebuah kehormatan bagi para delegasi dapat bertemu dan mendengar langsung dari Wali Kota Bogor, Bima Arya terkait penanganan serta penyelesaian dari konflik GKI Yasmin. Ia sangat mengapresiasi kepemimpinan yang dilakukan Bima Arya di Kota Bogor,

“Alhamdulillah, kami bisa belajar banyak dari interaksi dan diskusi singkat dengan Wali Kota Bogor maupun yang mendampinginya. Kami menjadi lebih terinspirasi tentang arti kebersamaan dan saling menghormati serta menghargai perbedaan yang ada, terima kasih,” kata Dimnatang Pansar.

Selain Dimnatang Pansar, turut serta Wali Kota Pagayawan, Khalida Polao Sanguila, Wali Kota Maluso, Hanie Bud dan Wali Kota Tipo-Tipo, Arcam Istarul selain perwakilan The Asia Foundation Indonesia dan Filipina.

Hasbullah selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor bersama Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih dan Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi serta perwakilan Bagian Hukum Setda Kota Bogor hadir mendampingi Bima Arya.

(Apud Saepudin)

Img 20240526 223458
Img 20240526 223458