Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Peringati Hari Santri 2023, Bima Arya: Santri Saat Ini Berjuang Melalui Pemikiran dan Gagasan

buserdirgantara7
74
×

Peringati Hari Santri 2023, Bima Arya: Santri Saat Ini Berjuang Melalui Pemikiran dan Gagasan

Sebarkan artikel ini
Img 20231023 Wa0085

Bogor,–Dirgantara7.com // Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor menggelar Apel Peringatan Hari Santri 2023 di Halaman Kantor Kemenag Kota Bogor, Jalan Dr. Semeru, Kota Bogor, Minggu (22/10/2023). Apel peringatan Hari Santri ini dihadiri langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Pada apel tersebut, Bima Arya mengatakan, jihad dimaknai bukan sekedar perjuangan fisik tapi juga dalam hal pemikiran dan gagasan. Santri di masa kini harus berjuang dalam hal pemberantasan kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan dan kesewenang wenangan.

“Tak hanya itu, santri juga harus menjadi kekuatan intelektual dan moral, semangat itu yang harus dikobarkan santri di Kota Bogor,” jelasnya.

Bima Arya mengucapkan terima kasih kepada para santri yang sudah banyak mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Mulai dari program kebersihan, pengelolaan sampah, pembangunan karakter dan lainnya, banyak di dukung jaringan pesantren dan santri.

“Harapan kami santri bisa memberikan energi positif di tahun politik sehingga memurnikan kembali semangat untuk muhasabah, menjaga kebersamaan dan menjaga NKRI di tahun politik ini,” terangnya.

Di tempat yang sama, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Bogor, Ujang Supriatna mengatakan, tema Hari Santri tahun ini yakni Jihad Santri, Jayakan Negeri diangkat untuk kembali mengingat resolusi jihad yang digaungkan para ulama dan santri pada 22 Oktober 1945 silam yang kemudian menjadi cikal bakal Hari Pahlawan 10 November.

“Jadi Jihad Santri Jayakan Negeri saat ini yakni bagaimana santri mengolah pola pikir, mengolah rasa, memiliki karakter, moral dan pemikiran yang bagus, mengajak orang-orang untuk cinta kepada tanah air, keluarga serta menjadi santri yang kreatif, inovatif berlandaskan iman dan taqwa,” katanya.

(Muhtaryana)