Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Polisi

PJ.Bupati Enrekang Pimpin Langsung Apel Siaga Untuk Menyambut Datangnya Musim Penghujung Di Akhir Tahun 2023.

buserdirgantara7
52
×

PJ.Bupati Enrekang Pimpin Langsung Apel Siaga Untuk Menyambut Datangnya Musim Penghujung Di Akhir Tahun 2023.

Sebarkan artikel ini
Img 20231222 Wa0100

Enrekang.Buserdirgantara7.Com-,Jumat.22/12)2023.Pemerintah Kabupaten Enrekang (Pemkab) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar apel siaga bencana sebagai salah satu persiapan dalam menghadapi musim penghujan 2023-2024 yang diprediksi akan terjadi cuaca ekstrem dan pengaruh La Nina.

Apel yang digelar di halaman kantor Bupati Enrekang ini, dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk tenaga kesehatan, relawan, aparat keamanan, dan instansi terkait untuk menghadapi dampak dari fenomena alam tersebut.

Pemerintah Kabupaten Enrekang merinci beberapa kejadian bencana yang terjadi di tahun 2023. Dan ini, menjadi catatan penting bagi kita semua, dimana kebakaran rumah tercatat 16 kejadian, tanah longsor/jalan amblas 19 kejadian, orang hilang 3 kejadian, banjir/banjir bandang 6 kejadian, angin kencang/puting beliung/pohon tumbang 15 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 44 kejadian dengan luas lahan mencapai 239,7 hektare, dan kekeringan yang terjadi 2 kejadian dengan korban terdampak sebanyak 26 kepala keluarga dan 97 jiwa, “ungkap Pj Bupati dalam arahannya, jumat (22/12/2023).

Dalam kesempatan ini, Pj Bupati Enrekang, Dr. H. Baba, mengharapkan agar jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang bersama instansi terkait, TNI-Polri, masyarakat, dan para insan pers dapat terus melakukan mitigasi bencana dengan cara sosialisasi dan pemberdayaan kepada masyarakat serta membangun kebersamaan dan kerjasama di seluruh lapisan masyarakat, sehingga dapat mengurangi dampak dan resiko akibat bencana, “harapnya.

Paradigma baru penanggulangan bencana yang semula bersifat responsif, hanya menangani bencana setelah terjadi, kini telah berubah menjadi preventif yaitu pencegahan, dilibatkan seluruh komponen, dan menjadi tanggung jawab bersama antara TNI-POLRI, masyarakat, organisasi pemantau bencana dan Dunia Usaha.

Oleh karena itu, upaya pengurangan risiko bencana menjadi hal yang sangat penting dan harus terus ditingkatkan melalui pengidentifikasian dan peningkatan peringatan dini kepada seluruh lapisan masyarakat tentang kebencanaan, kreatif dan inovatif, serta cerdas dalam membangun dan menciptakan budaya keselamatan dan ketahanan di semua tingkatan, serta meminimalisasi faktor-faktor risiko yang dapat menimbulkan kerugian, dan memperkuat kesiapsiagaan dan ketangguhan dalam penanganan bencana, “pungkasnya.

Apel siaga bencana juga dilakukan pemeriksaan pasukan dan peralatan oleh Pj Buputi, didampingi TNI, Polri, Kejaksaan, dan Kalak BPBD. (Akmar)