Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Beritaormas

Presiden Jokowi dan Bima Arya Bicara Pentingnya Keberlanjutan Program

buserdirgantara7
427
×

Presiden Jokowi dan Bima Arya Bicara Pentingnya Keberlanjutan Program

Sebarkan artikel ini
Img 20231215 Wa0265

Bogor,–Dirgantara7.com // Kota-kota di Indonesia memiliki potensi kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia yang unggul dan juga kaya akan ide serta gagasan.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus APEKSI, yang juga Wali Kota Bogor, Bima Arya saat memberikan laporan dalam pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang dibuka Presiden Joko Widodo di Puri Begawan, Bogor, Jumat (15/12/2023).

Menjadi Ketua Dewan Pengurus APEKSI selama tiga tahun, Bima Arya melihat bahwa ada hal yang luar biasa dan membuat optimis menjemput Indonesia Emas 2045.

Bima Arya menyampaikan bahwa kota-kota di Indonesia penuh dengan potensi, tidak saja sumber daya manusia, sumber daya alam tetapi juga kaya akan ide dan gagasan.

“Nah karena itu kita bayangkan kota-kota di Indonesia, 21 aglomerasi di Indonesia, ada aglomerasi Bandung, Surabaya, Makassar, Padang dan lain-lain bergerak sinkron, akselerasi yang dinamis antara pusat provinsi dan kota, maka Indonesia Emas betul-betul bukan angan-angan lagi,” ujar Bima Arya.

Meski demikian, Bima Arya menyampaikan satu keyakinan, bahwa potensi diferensiasi yang dahsyat itu tidak akan ada artinya tanpa konsistensi.

“Belajar dari perkembangan kota-kota besar di negara-negara hebat yang utama adalah konsistensi. Bukan gagasan yang berubah setiap pergantian kepemimpinan, tapi keberlanjutan gagasan-gagasan dahsyat yang terus dilanjutkan siapapun pemimpinnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, konsistensi pada hilirisasinya, konsistensi pada green ekonominya, konsistensi pada transformasi dan reformasi birokrasi.

“Serta konsistensi untuk bersama-sama membangun, seperti tema Munaslub kali ini adalah konsistensi di masa transisi,” terangnya.

Transisi itu, lanjut Bima Arya, bukan saja transisi masa kepemimpinan, tapi transisi secara perencanaan untuk memastikan perencanaan di tingkat kota, provinsi dan pusat sinkron dan selaras.

Dalam kesempatan ini, APEKSI juga menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Tahun lalu, kata Bima Arya APEKSI melakukan kunjungan ke titik 0 IKN, yang kemudian disampaikan perspektif bahwa IKN akan menjadi katalisator bagi tumbuh dan berkembangnya kota-kota di Indonesia yang maju dan memiliki pembangunan yang berkelanjutan.

“Tentu, kami juga berpendapat bahwa SDM di IKN harus yang diatas rata-rata. Kita berpandangan bahwa ASN-ASN terbaik di Kalimantan layak untuk menyiapkan IKN hari ini dan ke depan untuk menuju Indonesia emas 2045. Tugas kami semua bukan saja mengatasi persoalan masa kini saja, tapi menyiapkan pemimpin masa depan,” katanya.

Paparan yang disampaikan Bima Arya, tentang konsep mengenai keberlanjutan kota yang perlu dikuatkan dengan konsistensi ini diamini oleh Presiden Joko Widodo.

“Jadi kekuatan itu muncul, karakter kotanya muncul, tapi itu semuanya harus didesain sejak awal, seperti yang disampaikan oleh Pak Bima Arya, ada konsistensi terus menerus, dari setiap kepemimpinan. Tidak gonta ganti program,” kata Presiden Joko Widodo sata memberikan sambutan dalam Munas APEKSI.

Untuk itu presiden Joko Widodo juga mendorong agar setiap kota memiliki perencanaan strategi dan gagasan yang besar, detail, serta memperlihatkan keunggulan dari masing-masing kota di Indonesia.

“Yang namanya desain kota, perencanaan besar strategi besarnya harus disiapkan dari sekarang. Semua kota harus memiliki rencana besar kotanya masing-masing. Sering saya sampaikan mestinya setiap kota itu memiliki perbedaan-perbedaan, karena unggulannya semuanya memiliki,” ujar Presiden.

Selanjutnya, Kepala Negara menilai bahwa setiap kota di Indonesia belum memiliki perbedaan kekuatan dibandingkan kota-kota lainnya. Padahal, Presiden menyebut bahwa keunggulan tersebut akan menjadi karakter sebuah kota.

“Desain arsitektur kota itu semua kota harus memiliki, tetapi lebih detail lagi harus ada detail engineering-nya, sehingga jelas ini kota nanti 2050 akan menjadi kota apa. Karena sebetulnya keunggulan-keunggulan kuat itu akan nanti memunculkan karakter kota itu dibawa ke mana,” tutur Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi pun menjabarkan kota-kota di suatu negara yang memiliki karakteristik tertentu dan dapat menjadi contoh kota-kota di Indonesia, salah satunya Keukenhof di Amsterdam.

“Tomohon misalnya menjadi kota bunga, kenapa tidak? Seperti di Keukenhof di Amsterdam. Kenapa tidak? Kenapa kita semua kota kita ini hampir mirip-mirip semuanya dengan _band_ yang mirip-mirip semuanya,” ujar Kepala Negara.

Selain itu, Presiden menekankan bahwa perencanaan pembangunan infrastruktur di setiap kota juga harus terkonsep secara maksimal. Presiden pun menegaskan bahwa prioritas penggunaan anggaran yang dimiliki setiap daerah harus jelas agar terlihat hasilnya.

“Apakah mau prioritas ke pendidikan ya sudah konsentrasi 60 persen anggaran masuk ke pendidikan, yang 40 (persen) dibagi sesuai dengan skala prioritas. Mau infrastruktur ya sudah 60 persen masuk ke infrastruktur semuanya, sehingga kelihatan (hasilnya),” kata Presiden.

Dalam Munaslub APEKSI 2023 itu dihadiri 91 delegasi dari total 98 kota anggota APEKSI. Tampak mendampingi Presiden pada kesempatan tersebut antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin beserta jajaran Forkopimda Jawa Barat dan Kota Bogor.

(Dede Hanapi)